Adakah Hubungan Antara Kecerdasan Anak dengan Kebahagiaan Ibu?

mother-and-daughter-3281388_1920

sumber gambar: pixabay.com

Kita sudah tidak asing lagi dengan pernyataan bahwa gen dari ibu adalah faktor yang mendominasi penentu kecerdasan anak. Akan tetapi apakah cukup dengan memiliki ibu yang ber-IQ tinggi menjamin anaknya juga akan tumbuh menjadi anak yang pintar?

Masyarakat umum memiliki pandangan bahwa kecerdasan seorang anak hanya dapat dilihat dari angka-angka yang tertera dalam raportnya. Padahal, dalam dunia pendidikan mengenal teori Multiple intelegences yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Setiap anak pada hakikatnya tidak ada yang bodoh. Mereka memiliki kecerdasan masing-masing. Menurut Gardner, ada sembilan jenis kecerdasan yaitu:

Kecerdasan linguistik

Kecerdasan ini dapat dilihat dari kemampuan anam untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu mengungkapkannya melalui kata-kata seperti berbicara, membaca atau menulis.

Kecerdasan matematis-logis

Seorang anak dikatakan memiliki kecerdasan matematis-logis jika ia memiliki kemampuan untuk menangani bilangan dan perhitungan, serta pola pemikiran logis dan ilmiah.

Kecerdasan visual

Kecerdasan ini membuat seorang anak mampu melihat suatu objek dengan detail.

Kecerdasan musikal

Anak yang mampu untuk mengembangkan, mengekspresikan musik, irama, nada dan suara, dipastikan memiliki kecerdasan musikal.

Kecerdasan kinestetik

Kecerdasan kinestetik dapat dilihat dari kemampuan menggabungkan gerakan fisik dan pikiran sehingga menghasilkan gerakan yang sempurna.

Kecerdasan interpersonal

Anak akan mampu untuk mengerti dan memahami orang lain jika kecerdasan interpersonalnya dominan.

Kecerdasan intrapersonal

Kebalikan dari kecerdasan interpersonal, anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal memiliki kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.

Kecerdasan naturalis

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengerti alam lingkungan dengan baik, kemampuan untuk memahami dan menikmati alam, dan mengenali berbagai jenis flora fauna dan fenomena alam lainnya.

Kecerdasan spiritual

Kecerdasan spiritual membuat anak mampu merasakan keberagaman, memiliki kesadaran diri, berbudi luhur, dan mampu memanfaatkan sumber daya spiritualnya untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Seorang ibu yang merupakan sekolah pertama bagi anak, memiliki andil yang besar dalam perkembangan kecerdasan anak. Oleh karena itu, kebahagiaan seorang ibu memiliki pengaruh yang tidak bisa disepelekan. Ibu yang bahagia akan:

Berpikiran jernih.

Ibu yang bahagia mamou berpikiran jernih dan tidak mudah terbawa emosi. Segala hal berkaitan dengan tumbuh kembang sang buah hati akan dipikirkan baik-baik dan sedetail mungkin.

Membuat anak merasa aman dan nyaman.

Ibu yang bahagia pasti akan menyebatkan aura positif bagi orang sekitarnya. Hal ini membuat anak merasa aman dan nyaman. Dengan demikian, anak dapat belajar dan mengembangkan diri dengan maksimal.

Melihat masalah dengan proporsional.

Saat ini, tantangan menjadi orangtua sangatlah besar. Penyebaran informasi, perkembangan teknologi, dan juga perkembangan zaman yang sangat berubah dari saat sang ibu kecil, membawa banyak permasalahan. Seorang ibu yang memiliki kesehatan jiwa yang baik, akan mampu melihat segala permasalahan secara proporsional. Tidak mudah terpengaruh informasi-informasi hoax yang dapat mempengaruhi pola asuhnya terhadap anak. Ibu yang seperti ini biasanya tifak akan terlalu menekan anak untuk mencapai target yang diinginkannya. Melainkan, mengajak anak untuk menentukan target sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki dan membimbingnya untuk mencapai target yang telah dibuat bersama.

Mampu mengekplorasi kecerdasan anak dengan maksimal.

Dengan kondisi jiwa yang baik alias bahagia, seorang ibu yang menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan yang beragam, tidak akan memaksa anak untuk memenuhi standar yang berlaku di masyarakat. Sedapat mungkin ia akan mengeksplorasi kecerdasan sang anak dengan memberikan stimulasi yang tepat. Hal ini akan memberikan dampak yang positif yaitu dengan stimulasi yang tepat, prestasi anak akan melejit.

Tidak ada salahnya membuat seorang ibu merasa bahagia. Karena dampaknya dapat dirasakan oleh selutuh anggota keluarga terutama anak.

 

Tulisan ini diikutan challenge Indscript Writing “Wanita Menulis Bahagia.”

 

0 comments
0 likes
Prev post: Menulis, Me Time Murah MeriahNext post: Tetap Produktif di Era Disruptif? Bisa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *