Dengan Edukasi, Mewujudkan Cita-Cita Kartini Menjadi Perempuan yang Berdikari

Dadi wong wedhok ki ora usah sekolah duwur-duwur. Wong enthek-enthekane wong ning sumur, dapur, lan kasur.”

Ungkapan di atas kerap saya dengar sejak saya kecil. Bahkan ketika saya menyampaikan keinginan saya untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, saya mendapatkan banyak cibiran dari para tetangga. Menurut mereka, sebagai seorang perempuan cukuplah bisa membaca dan menulis saja. jika lulus SMA, lebih baik menikah dan mengurus rumah tangga. Pemikiran male centris yang melekat dalam masyarakat, secara tidak langsung membuat banyak perempuan memiliki stigma bahwa kami hanyalah konco wingking atau peran pembantu yang tidak mungkin berkiprah di depan layar.

Sumber gambar: liputan6.com

Gerakan emansipasi wanita yang dipelopori oleh Ibu Kartini berpuluh tahun yang lalu, menyadarkan banyak perempuan akan pentingnya pendidikan. Meskipun demikian stigma negatif yang terlanjur tertancap dalam pikiran tidak serta merta bisa dihilangkan. Di sebuah seminar yang bertajuk Accelerating The Indonesian Economy Through Gender Equality yang diadakan di Jakarta pada hari Selasa 30 April 2019, Dalam sambutannya Direktur KataData mengatakan bahwa populasi perempuan dalam lapangan pekerjaan lebih rendah daripada laki-laki. Ia juga menambahkan bahwa hanya 20 persen perempuan yang menduduki jabatan manajerial dan baru 5 persen berada di posisi jajaran direksi dan CFO.

Meskipun era Kartini sudah lama berlalu, rupanya pendidikan tetaplah menjadi kunci utama untuk menguatkan peran perempuan dalam masyarakat. Mengapa pendidikan? Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa edukasi atau pendidikan penting sekali dalam penguatan peran perempuan.

  1. Dengan pendidikan, seorang perempuan mampu membuka wawasan, melihat peluang-peluang, bahkan memecahkan segala permasalahan.
  2. Pendidikan tidak hanya menjadi senjata bagi kaum hawa untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia kerja. Pendidikan juga pendongkrak kepercayaan diri bagi perempuan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.
  3. Pendidikan dapat meningkatkan kesetaraan perempuan dalam bidang pekerjaan sekaligus meningkatkan daya saingnya.
  4. Terbukanya akses pendidikan bagi perempuan akan mendorong perempuan berpartisipasi aktif dalam perekonomian baru. Di era yang serba digital ini, kaum perempuan dituntut lebih aktif belajar supaya mampu menempati posisi-posisi strategis yang dibutuhkan. Atau bahkan menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan bagi sesama perempuan.

Tips supaya seorang perempuan mampu tetap menjalankan perannya dalam skala domestik namun tetap menunjukkan kiprah yang cemerlang di dunia kerja adalah:

  1. Pengelolaan waktu atau time management. Membuat time table kapan harus memasak, mengantar anak sekolah, mengurus tugas-tugas rumah tangga, dan juga melakukan kewajiban di tempat kerja akan sangat bermanfaat untuk memandu setiap kegiatan supaya tidak dilalaikan.
  2. Tidak Berhenti Belajar. Di era disruptif seperti sekarang ini, belajar bukanlah hal yang sulit lagi. Mencari partner pendidikan yang sesuai menjadi hal mudah asal diikuti kemauan yang keras. Banyak pusat-pusat pendidikan yang menawarkan waktu belajar yang fleksibel. Bahkan, ada sebuah tempat yang bernama EduCenter yang dapat membantu perempuan menjalankan peran sebagai ibu yang harus siaga mengawal pendidikan anaknya, sekaligus peran sebagai pribadi yang harus selalu meningkatkan kemampuan. Kita dapat mengantar anak-anak belajar di satu tempat yang menyediakan fasilitas pendidikan lengkap untuk anak, sekaligus tempat kita untuk men-upgrade kemampuan.
  3. Bekerjasama Dengan Pasangan. Kerjasama dalam mengatur keluarga merupakan salah satu kunci penting meraih cita-cita. Keharmonisan dan komunikasi yang baik dengan pasangan, dapat meminimalisir segala permasalahan. Jika ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan, bisa saja didelegasikan. Kalau semua hal sudah sesuai dengan kesepakatan, seorang perempuan akan mampu menjalankan peran-perannya secara maksimal.
  4. Mengikuti Komunitas-Komunitas. Saat ini banyak sekali komunitas-komunitas perempuan yang dengan senang hati membantu sesamanya. Kita tinggal mencari komunitas yang sesuai dengan minat dan karakteristik kita. Misalnya, perempuan yang suka bisnis bisa bergabung dengan komunitas bisnis. Dalam komunitas tersebut kegiatan edukasi seringkali ditemukan dalam forum-forum diskusi atau bahkan sesi tatap muka. Selain belajar, kita juga dapat melihat peluang-peluang bisnis apa yang bisa kita jalankan. Begitu pun bagi perempuan yang suka menulis, ada banyak komunitas yang mampu membimbing kita untuk lebih maju lagi.

Ada banyak hal yang bisa perempuan lakukan dengan pendidikan yang memadai. Peluang besar untuk mampu bersaing di dunia kerja adalah salah satu motivasi. Jika semua perempuan mampu menghilangkan stigma negatif dari dirinya dan mampu menjadi manusia yang berdikari, Ibu Kartini dalam tersenyum karena kesetaraan gender tak lagi sekedar mimpi.

#educenterid

 

0 comments
6 likes
Prev post: Tetap Produktif di Era Disruptif? Bisa!Next post: Berantas Cemas Ketika Anak Panas Karena Batuk Pilek Dengan STIMUNO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *