Jangan Asal Menghujat, Kenali Ciri Baby Blues Syndrome Sebelum Terlambat

Beberapa waktu lalu, sebuah kabar mengagetkan membanjiri media massa dan media sosial. Seorang ibu membunuh bayinya dengan cara “menggelonggong” bayinya dengan air. Tentu saja berita ini membuat kita semua prihatin. Banyak yang bersimpati, namun tidak sedikit yang antipati. Hujatan, cacian, dan makian ditujukan pada ibu tersebut. Banyak yang berpendapat perbuatan ibu muda itu sangatlah kejam. Bagaimana mungkin seorang ibu tega menyakiti buah hatinya hingga sampai ia meregang nyawa.

Tentu saja hal itu tidak bisa dibenarkan. Namun, janganlah dengan mudah menghujat. Pernah mendengar tentang baby blues syndrome? baby blues syndrome adalah sebuah kondisi emosional yang tidak menentu pada ibu yang baru melahirkan. Perasaan sangat sedih, bahagia, cemas, bahkan ketakutan dan trauma mendera ibu yang baru melahirkan dan tak jarang mempengaruhi kondisi kejiwaannya.

Jika dibiarkan saja dan tidak mendapatkan dukungan serta pertolongan segera dari keluarga terdekat, bisa berakibat fatal. Untuk itu, mari kita mengenali ciri-ciri baby blues syndrome sedini mungkin sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah ciri-ciri baby blues syndrome:

Menangis tanpa alasan

Jangan heran kalau melihat seorang ibu yang baru melahirkan tiba-tiba menangis tanpa alasan. Hal itu disebabkan mood-nya yang berubah dengan cepat.

Merasa mudah kesal

Selain menangis, perasaan mudah kesal juga dikategorikan sebagai salah satu gejala baby blues. Rasa kesal pada diri sendiri sering kali mendominasi. Misalnya saat air susu belum keluar, mendengar komentar orang terhadao bayinya, atau saat melihat perubahan bentuk tubuhnya.Mudah lelah

Bayi yang baru lahir masih belum memiliki pola tidur seperti orang dewasa. Tak jarang seorang bayi akan tertidur sepanjang hari dan terjaga di malam hari. Hal ini otomatis membuat sang ibu lelah. Rasa lelah itu bisa berlipat ganda jika sang ibu mengalami baby blues. Setiap hal yang dilakukannya akan menyebabkan rasa lelah yang luar biasa.

Tidak percaya diri

Setelah melahirkan, bentuk tubuh seorang wanita tidak akan langsung kembali seperti semula. Terlebih strecht mark akibat kehamilan yang semakin jelas jejaknya, akan membuat seorang wanita yang melahirkan merasa rendah diri. Ketakutan akan ditinggalkan, tidak cantik lagi dapat memperburuk penyakit ini.

Mudah tersinggung

Setiap ada kelahiran, keluarga, sahabat, dan kolega berbondong-bondong untuk menjenguk.  Komentar yang terlontar seperti “bayinya kecil sekali” atau “mirip siapa, ya dedek bayi?,” terdengar wajar sekali. Namun, alangkah bijaknya jika kita sangat berhati-hati saat berkunjung pada ibu yang baru melahirkan. Jangan sampai kalimat yang kita lontarkan memperburuk keadaan.

Pada tahap yang parah, bahkan merasa enggan untuk memperhatikan atau mengurus sang buah hati.

Saat sudah memasuki tahao yang lebih serious, penderita baby blues bahkan tidak akan mau menyentuh bayinya. Hal ini bisa dikarenakan sang ibu merasa tidak berguna, merasa tidak mampu menjadi seorang ibu yang baik. Dalam kasus lainnya, seorang oenderita baby blues bahkan merasa membenci bayinya dan berpotensi melakukan hal yang membahayakan bayinya karena emosi yang tidak stabil.

Untuk mengatasinya, dibutuhkan dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitar ibu tersebut. Perhatian dan dukungan yang paling utama tentu saja dari suami tercinta. Berikan bantuan semaksimal mungkin saat pertama kali mengurus bayi. Berikan waktu untuk beristirahat dan usahakan sang ibu baru merasa selalu aman dan bahagia. Dengan demikian, ibu dapat melewati baby blues dengan segera.

Picture taken from pixabay.com

Tulisan ini diikutkan dalam challenge Indscript Writing “Perempuan Menulis Bahagia.”

0 comments
0 likes
Prev post: Lima Hal di Bawah Ini Membuat Kamu Tidak Takut Lagi Untuk BerbagiNext post: Ibu, Bidadari yang Selalu Menjagamu dengan Doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *