Let’s Read Membuat Kegiatan Membaca Lebih Menyenangkan

Featured image

“Gambarnya lucu banget, sih!” seru salah seorang murid saat saya menampilkan halaman muka cerita “Semut dan Roti” dari Let’s Read di layar Zoom.

Komentar murid-murid semakin riuh saat saya menunjukkan halaman 2 yang tidak menampilkan tulisan sama sekali. Di halaman itu ada gambar sekelompok semut sedang mendorong sebuah gerobak bersama-sama. Saya pun mengajak mereka untuk menebak kira-kira ceritanya tentang apa berdasarkan gambar yang mereka lihat. Jawaban mereka sangat beragam. Ada yang menjawab dengan benar ada juga yang menjawab asal-asalan untuk memancing gelak tawa teman-temannya. Saya sengaja tidak memberitahukan jawaban yang benar karena saya ingin mereka menyimpulkan apakah tebakan mereka benar setelah cerita selesai saya bacakan.

Kegiatan membaca nyaring kemudian berdiskusi setelah cerita berakhir menjadi kebiasaan baru saya selama mengajar online di masa pandemi ini. Hal ini saya lakukan karena beberapa alasan sebagai berikut.

Menarik Perhatian

Tahun ajaran ini, saya ditugaskan mengajar di kelas 1 Sekolah Dasar. Tantangan mengajar di kelas ini adalah membuat mereka betah duduk diam di depan layar selama pembelajaran berlangsung. Setiap hari saya harus berpikir keras tentang kegiatan apa yang dapat menarik perhatian para murid sehingga mereka antusias selama pembelajaran. Read aloud atau membaca nyaring saya pilih karena anak-anak saya senang sekali mendengarkan cerita. Saya sengaja memilih buku digital dari aplikasi Let’s Read karena di setiap cerita terdapat ilustrasi atau gambar pendukung yang menarik dan penuh warna. Ini sangat membantu sekali membuat mereka penasaran dan memperhatikan.

Membangun Imajinasi

Saya teringat sebuah quote yang ditulis oleh fisikawan Albert Einsten. Beliau menuliskan If you want your children to be Intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales.” Saya sependapat sekali dengan Albert Einstein. Membuat anak menjadi cerdas dan mampu berpikir kritis tidak hanya dengan menyuruh mereka membaca buku-buku pelajaran saja. membaca buku cerita dapat melatih anak berimajinasi. Imajinasi memiliki peranan penting dalam perkembangan daya pikir murid-murid saya. Imajinasi juga membantu anak berpikir kreatif. Diharapkan dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, mereka mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Alur cerita yang ada dalam cerita merangsang anak menggambarkan situasi dari cerita yang dibaca atau yang didengarkan. Dengan adanya ilustrasi gambar pada cerita, akan lebih memudahkan anak memahami situasi dan mempermudah penggambaran mereka akan sebuah kejadian. Jadi membaca cerita tidak hanya sekedar sebagai hiburan, tetapi dapat menyiapkan mereka mampu menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Kenapa Harus Let’s Read?

Banyak sekali buku dongeng atau cerita yang dapat saya pilih untuk murid-murid saya. Namun selama pembelajaran online, saya hanya dapat bertemu murid melalui layar kaca. Beberapa buku cerita yang saya punya seringkali tidak terlihat jelas di layar sehingga membuat mereka tidak tertarik lagi.

Buku digital menjadi solusi untuk permasalah ini karena dapat dibagikan melalui fitur share screen. Semua murid dapat melihat gambar dan membaca cerita dengan jelas di layar mereka masing-masing. Selain itu, buku digital itu praktis. Saya tidak perlu repot membawa buku-buku tebal ke mana-mana.

Ada banyak sekali situs-situs atau aplikasi baca online. Saya lebih sering memilih cerita dari Let’s Read karena alasan berikut ini:

Mudah dan Murah

Mudah sekali menemukan aplikasi ini di browser laptop atau HP. Hanya dengan menuliskan kata kunci Let’s Read, saya langsung menemukan aplikasi ini di daftar paling atas. Jika tidak ingin menggunakan browser, saya membacakan cerita-cerita dari Let’s Read melalui aplikasi Let’s Read yang dapat diunduh di google play store. Aplikasi ini gratis. Saya tidak perlu membayar untuk membaca cerita-cerita yang ada di aplikasi ini.

Sumber: tangkapan layar let’sreadasia.org

Terdapat Pilihan Bahasa dan Level Baca

Pilihan bahasa yang ada di aplikasi Let’s Read membuat kegiatan bercerita lebih menyenangkan. Hari ini saya memilih cerita bahasa Indonesia, di hari lainnya saya dapat memilih bahasa Inggris atau bahasa Sunda. Di kelas saya range kemampuan membaca muris-murid beragam. Ada yang sudah lancar sekali, ada juga yang masih kurang. Saya dapat memilih cerita sesuai dengan kemampuan baca anak tanpa membuat mereka frustasi dengan tingkat kesulitan bacaannya. Dengan begitu semua anak merasa membaca itu menyenangkan dan tidak susah.

Sumber: tangkapan layar let’sreadasia.org

Menyuguhkan Ragam Kebudayaan

Sebelum membaca cerita, saya selalu memberitahukan kepada murid-murid cerita itu berasal dari daerah atau negara mana. Kemudian meminta mereka menceritakan apa yang sudah diketahui tentang daerah atau negara tersebut. Setelah selesai membaca barulah kami mengulas tentang ragam budayanya juga pesan moral yang terkandung di dalamnya. Cerita-cerita yang kami baca membuka mata bahwa mereka tidak sendiri di dunia ini. Mereka jadi tahu keaneka ragaman budaya dan kelak mereka siap jadi bagian warga negara global atau Global Citizenship.

Memiliki Ilustrasi Gambar yang menarik

Ilustrasi gambar yang ada dalam cerita sangat menarik bagi anak. Tidak hanya dari bentuk obyek yang digambarkan, penggunaan warnanya juga sangat eye-catching. Murid-murid menjadi tidak bosan dan bahkan mereka suka menggambar kembali karakter dari cerita yang dibacanya.

Memiliki Pesan Moral

Ini salah satu alasan utama saya memilih cerita dari Let’s Read. Setiap cerita yang disuguhkan mengandung pesan-pesan kebaikan. Murid level bawah seperti yang saya ajar memiliki  karakteristik pemikiran yang dangkal. Sangat sulit meminta mereka menyadari hal-hal abstrak seperti menghormati, menghargai dan nilai-nilai sikap lainnya. Dengan kalimat yang sederhana dan didukung dengan gambar yang baik dari cerita, murid-murid lebih mudah memahaminya.

Saya senang berkenalan dengan Let’s Read. Aplikasi ini sangat membantu saya menciptakan kegiatan membaca yang menyenangkan. Bagaimana dengan Anda?

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *