Tips Atasi Bosan Pada Anak Saat Harus Belajar di Rumah Karena Corona

Sumber gambar: pixabay.com

Virus Corona yang hanya dalam sekejab menjadi pandemi sontak membuat dunia resah. Beberapa negara sudah memberlakukan memberlakukan pembatasan mobilitas, hingga me-lockdown negara.

Indonesia tak luput dari pandemi corona. Sampai hari ini jumlah pasien yang terjangkit virus corona sudah mencapai angka lima ratusan. Jumlah penderita sembuh baru 38 dan angka kematian hampir mencapai 10 persen dari jumlah total penderita virus corona yakni 49 orang.

Untuk memutus rantai penularan virus corona, pemerintah menganjurkan warga untuk berdiam di rumah, menjauhi keramaian, dan tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang lain. Selain kantor-kantor, sekolah juga memberlakukan LFH (learning from home).

Sumber: pixabay.com

Baru berjalan satu minggu, anak-anak sudah mengalami kebosanan. Beberapa orang tua mengeluh anaknya stress karena terlalu banyak mendapat tugas dari sekolah. Ada juga yang mengeluh anaknya jadi kecanduan gadget karena mereka tidak memiliki kegiatan yang menyenangkan.

Diperlukan beberapa strategi untuk mengatasi kebosanan pada anak supaya tetap bisa fun selama belajar di rumah. Berikut adalah cara yang saya terapkan supaya anak tetap happy belajar di rumah dan tidak terlalu tergantung pada gadget.

1. Buatlah jadwal tertulis. Dalam jadwal dituangkan segala aktivitas yang harus dilakukan lengkap demgan jamnya. Tulis jadwal semenarik mungkin dan tempel di dinding.

Sumber: pixabay.com

2. Ajak anak melakukan kegiatan bersama. Momen seperti sekarang ini sangat tepat untuk mendekatkan seluruh keluarga. Selain itu, saat ini kita bisa mulai mengajarkan pada anak-anak untuk melakukan beberapa pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, mencuci, hingga memasak. Selain itu orang tua juga bisa mengajak anak melakukan olahraga bersama seperti bermain tennis atau bermain bola di halaman rumah.

Sumber: pixabay.com

3. Dukung anak melakukan kegiatan yang disukai. Misalnya anak suka menggambar, kita dukung anak kita melakukan kegiatan dengan menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan. Orang tua tidak perlu bingung, banyak sekali kit-kit art and craft yang diperlukan oleh anak untuk melakukan hobinya dijual secara online. Atau, kita bahkan bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah untuk membantu anak menyalurkan hobinya.

Sumber: pixabay.com

4. Batasi waktu bermain gadget. Anak akan selalu mencari alasan supaya dapat memainkan gadgetnya selama mungkin. Sebagai orang tua kita harus strict to rules yang sudah disepakati. Jangan sampai merasa kasihan karena anak dilanda kebosanan hingga memperbolehkan mereka bermain tanpa batas. Hal ini akan merubah pola yang sudah terbentuk sebelum permberlakuan sistem belajat dari rumah. Akan sangat sulit untuk mengembalikan anak pada pola normal setelah mereka mengalami kecanduan terhadap gadgetnya.

Sumber: pixabay.com

5. Berikan reward dan punishment. Orang tua bisa membuat chart achievement yang dilakukan anak selama sehari. Berikan reward minimal berupa pujian untuk membuat anak lebih termotivasi. Jangan segan juga meberikan punishment jika anak melanggar kesepakatan. Punishment yang diberikan jangan sampai punishment yang menyakiti badan atau harga diri anak. Punishment bisa berupa pemotongan waktu bermain gadget, tambahan hafalan surat-surat pendek bagi yang muslim, atau membuat ringkasan sebuah cerita dari buku yang dibaca.

Sumber: pixabay.com

Bosan karena LFH? Nggak lagi, dong! Well, mari mendoakan semoga bencana corona ini segera berlalu dan kita semua bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

0 comments
2 likes
Prev post: Berantas Cemas Ketika Anak Panas Karena Batuk Pilek Dengan STIMUNONext post: Mudahnya Menjadi Pengusaha Bersama Avana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *